Kasus Narkoba ‘Zombie’ AS Naik Lebih dari 1.000 Persen! Efeknya Seserius Ini

Kasus Narkoba ‘Zombie’ AS Naik Lebih dari 1.000 Persen! Efeknya Seserius Ini

Kasus Narkoba Zombie Awal Mulai Masuk AS

Amerika Serikat tengah menghadapi narkotika yang membuat penggunannya berubah menjadi zombie. Pemerintah kota New York telah mengeluarkan peringatan terkait bahanya yang mana dapat menggerogoti daging pecandunya.

“Xylazine adalah masalah besar bagi seluruh negara,” kata Kepala Drug Enforcement Administration New York (DEA) Frank Tarentino dari NY Post.
“Fentanil adalah obat paling mematikan yang pernah kita hadapi. Saat Anda menambahkan xylazine, itu menjadi lebih mematikan,” sambungnya.

SNP menyita sebagian besar pasokan obat-obatan di The Bronx dan masuk melintasi perbatasan dari Meksiko. Tarentino menyebut harga tranq, secara legal untuk kuda, sapi, dan hewan lainnya jauh lebih murah daripada fentanil. Menjual xylazine memungkinkan pengedar narkoba mendapatkan keuntungan berlipat.

Selain lebih murah dengan mencampur xylazine dengan obat lain juga menciptakan efek high yang lebih intens dan tahan lama. Hal itu juga menempatkan pengguna narkoba pada resiko yang lebih besar

Efek Dari Penggunaan Xylazine

Efek samping dari mengonsumsi xulazine yaitu kulit dari para pengguna tampak membusuk, seperti ‘menggerogoti’ daging mereka. Banyak dari mereka mengaku ototnya mendadak terasa lemas.

Xylazine atau yang kerap disebut tranq di para pengedar ini populer dipakai di jalanan Los Angeles, AS. Dokter hewan dapat memberikan obat tersebut, berdasarkan izin dari Food and Drug Administration atau Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Namun, orang-orang disebut telah menyalahgunakan konsumsinya dan ancamannya sangat mengerikan. Agen khusus Drug Enforcement Administration (DEA) Bill Bodner memperingatkan obat ini juga bisa memicu komplikasi kesehatan serius lainnya.

“Seseorang bahkan bisa berhenti bernapas pasca mengonsumsi xylazine,” kata dia.
“Jadi saat Anda menyuntikkannya, itu sebenarnya mengurangi sirkulasi darah.”

Sekarang, pihak berwenang berjuang untuk menindak obat, mencegah epidemi atau wabah semakin besar. Kantor Sheriff Kabupaten Los Angeles membuat program pada bulan April untuk melacak seberapa berbahaya obat tersebut setelah pihak berwenang memastikan bahwa itu bukan zat ilegal, sehingga bisa diakses dengan luas.

Uji coba akan berlangsung satu bulan lebih lama sebelum pejabat menentukan tindakan selanjutnya untuk mengatasi risiko kesehatan utama.

“Di wilayah Los Angeles yang lebih besar, kami melihat xylazine sebagai zat tambahan dalam pil fentanil palsu,” jelas Juru bicara Divisi Lapangan DEA LA Nicole Nishida mengatakan kepada The Los Angeles Times.
“Sementara jumlahnya relatif rendah pada komunitas kami kalau kita bandingkan dengan tempat lain di Amerika Serikat, kehadiran xylazine sekarang menjadi lebih sering dan trennya memprihatinkan.”

“Xylazine membuat ancaman obat paling mematikan yang pernah terjadi, fentanil, bahkan lebih mematikan.” Ungkapnya

Jumlah Kematian Kasus Narkoba Zombie

Kematian overdosis yang melibatkan xylazine melonjak lebih dari 1.000 persen di AS bagian selatan antara tahun 2020 dan 2021.

Darah Barah penggunaan meroket hingga 750 persen dan sekitar 500 persen di Midwest, menurut laporan intelijen tahun lalu oleh US Drug Enforcement Administration.

Pakar kecanduan Cary Quashen mengatakan dia mendengar bagaimana seorang korban meninggal karena overdosis ketika kulitnya tiba-tiba mulai membusuk, yang merupakan tanda pasti xylazine.

“Kami memiliki seorang wanita yang datang dan saudara perempuannya telah meninggal karena overdosis fentanil.
“Tapi bukan hanya overdosis fentanil (tetapi) kulitnya mulai membusuk, otot-otot di kaki dan lengannya. Jadi itu adalah tanda pasti xylazine.”

Author: ghastly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *