Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Memberi Himbawa NU Hadapi Tahun Politik Jangan Mudah Terprovokasi

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Memberi Himbawan NU Hadapi Tahun Politik Jangan Mudah Terprovokasi

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-77 yang digelar PW Muslimat NU Jawa Tengah di Halaman Kantor Pemkab Tegal, Jateng. Dalam forum yang dihadiri Wakil Gubernur Jateng KH Taj Yasin Maimon, Bupati Tegal Hj. Umi Azizah, Ketua PWNU Jateng KH. Muzzamil, Ketua PW Muslimat NU Jateng Hj. Ismawati Hafied hingga Kiai tenar Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), Khofifah yang termasuk Ketua Umum Muslimat NU itu menambahkan pesan tertentu hadapi tahun politik 2024.

Khofifah mengimbau Muslimat NU untuk berhati-hati, tak enteng terprovokasi bersama dengan konten politis yang bisa sebabkan perpecahan. Ia menegaskan Muslimat NU memegang teguh Politik Kebangsaan di mana semua warga muslimat yang duduk di legislatif maupun eksekutif harus seiring bersama dengan politik kebangsaan bersama dengan menekankan nafas kebangsaan dan cinta tanah air bersama dengan roh spiritualitas.

“Saya menghendaki menegaskan bahwa Muslimat NU memegang teguh politik kebangsaaan. Politiknya muslimat adalah politik kebangsaan yang menekankan nafas cinta tanah air dan bangsa seiring bersama dengan roh spiritualitas ,” tegasnya.

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Memberi Dalam Perayaan NU Ke 77

Khofifah menyebut di umur yang ke-77 tahun Muslimat NU udah tunjukkan kemandiriannya. Mulai bersama dengan saling peduli, saling share dan saling menolong di pada sesama penduduk terlebih sesama bagian Muslimat NU.

Terbukti, dikala pelaksanaan Harlah Muslimat NU ke-77 se Jawa Tengah yang dipusatkan di Tegal, baik pengurus Muslimat, warga muslimat maupun penduduk umum saling tolong menolong untuk menambahkan pemberian berupa makanan hingga daerah tinggalnya untuk bisa ditempati sepanjang pelaksanaan Harlah Muslimat di Tegal.

“Saya memandang tadi ada yang berkunjung ke sini pakai bus, angkutan umum dan kendaraan sewa lainnya. Bahkan, ada yang mempunyai bekal demi ikuti pengajian maupun harlah ini,” ungkapnya.

“Inilah yang saya sebut Kemandirian Muslimat meningkat dan saling memberi di pada sesama warga penduduk Nahdliyin Nahdliyat. Ibu-Ibu Muslimat menambahkan kesejukan di sedang hiruk pikuk suasana saat ini lewat doa, zikir dan juga selawat yang diperuntukkan bukan cuma untuk diri sendiri melainkan bagi bangsa dan negara. Kita berdoa bersama dengan agar bangsa ini safe dan tentram,” imbuhnya.

Khofifah memandang umur ke-77 menjadi berarti atau sinyal yang di dalam Bahasa Jawa diambil kesimpulan pitu maknanya pitulungan atau pertolongan. Pertolongan yang dimaksud adalah pemberian di dalam selesaikan beraneka permasalahan yang ada di pada warga Muslimat NU hingga pemberian di dalam mengentaskan masalah sosial ekonomi.

“Usia pitung puluh pitu (tujuh puluh tujuh) atau tujuh ini memberi makna mendalam yang diberikan oleh Allah untuk menambahkan pemberian kepada semua Muslimat NU di Indonesia terlebih Jawa Tengah tentu pemberian untuk semua warga bangsa Indonesia,” sebutnya.

Khofifah yang termasuk menjabat selaku Ketua Umum PP Muslimat NU ini menegaskan umur Muslimat NU yang ke-77 ini menjadi wujud upaya dan berjuang untuk mengatasi masalah pemberian anak, pemberian pada hak hak perempuan hingga bersama dengan perjuangan mengatasi masalah buruh migran terlebih PMI yang perempuan.

“Muslimat harus menjadi bagian berasal dari penguatan sekaligus menambahkan beraneka solusi berasal dari beraneka masalah sosial yang terjadi di sedang sedang masyarakat,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Khofifah termasuk berpesan kepada semua warga Muslimat NU untuk bijak dan santun di dalam pakai fasilitas sosial yang ada. Seluruh warga Muslimat harus menekankan sikap persaudaraan baik ukhuwah islamiyah, ukhuwah nahdliyiah, ukhuwah insaniyah hingga ukhuwah wathoniyah.

“Jangan enteng terprovokasi ataupun hasutan yang ada di fasilitas sosial yang berpotensi menganggu persaudaraan dan persatuan. Tolong ibu-ibu Muslimat menjauhi berasal dari hasutan seperti ini. Semoga Harlah Muslimat NU ke-77 ini menjadi wasilah kami kepada Allah SWT untuk membukakan pintu keselamatan, pintu kasih sayang, pintu keberkahan, pintu ampunan dan juga pintu rizki yang luas bagi kami semua. Amin,” harapnya.

Wagub Jateng KH Taj Yasin Maimon menginginkan bahwa di Harlah Muslimat ke 77 bisa memberi dampak positif dan image yang baik di sedang sedang masyarakat. Salah satunya lewat syiar syiar dakwah, mengaji yang menyejukkan bagi masyarakat.

Tak cuma itu, peran muslimat di tengah-tengah penduduk termasuk diinginkan bisa mewujudkan kesejukan di sedang gempuran informasi teknologi (IT) lewat saluran fasilitas sosial.

“Kami harap, Muslimat NU bisa menjadi jembatan untuk mempersatukan umat dan para tokoh bangsa. Saya yakin, sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia Muslimat bisa menambahkan kesejukan dan juga membangun akhlak sekaligus pendidikan karakter di daerah masing masing,” pungkasnya.

Info Tentang Artikel Kota Tegal Bisa Kalian Baca DiĀ bppp-tegal

Author: ghastly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.